The Adventures of Merlin (2008 – 2012)


Yep, saya sudah mulai sedikit nggak produktif. Jarang banget bikin artikel sesederhana apapun.

Haloooo, teman – teman…! Kali ini saya mau curhat, eh, maksud: ngomongin sebuah serial tv yang pernah ditayangin BBC. Well, tentu aja, saya nggak nonton di BBC tapi di Indosiar. Hehe. Seperti judul, serial tv yang saya maksud di sini adalah Merlin, atau juga disebut The Adventures of Merlin.

merlin poster

Saya yakin banyak dari teman – teman pembaca yang tahu dan sadar (serta setuju, semoga…) bahwa serial – serial tv serta film yang berasal dari Inggris kebanyakan fokus membahas sejarah dan jarang bahas (prediksi) masa depan. Contohnya aja Merlin ini, sedangkan salah satu contoh serial tv Inggris yang membicarakan masa depan adalah Humans. Berkebalikan dengan Amerika yang lebih banyak fokus pada masa depan, contohnya aja film dystopian world Maze Runner. Tapi, kalau urusan Maze Runner saya suka aja soalnya film itu juga bisa sekaligus mengingatkan kita kalau kita terus – menerus hidup seperti ini tanpa terlalu memerhatikan keadaan alam, apa yang terjadi di Maze Runner bukanlah hal yang nggak mungkin.

Back to Merlin!

Oke.

Jadi, kalian yang sudah pernah mendengar tentang Merlin tapi belum pernah nonton serial ini mungkin akan mengira kalau cerita Merlin itu sebagian besar diadaptasi dari cerita yang ditulis oleh Sir Thomas Malory, Le Morte D’ Arthur. Well, let me break the news:

Berbeda dari cerita Le Morte D’ Arthur, Merlin bukanlah cerita tentang seorang pangeran yang tidak dibesarkan di kerajaan; bukan cerita tentang seorang penyihir tua berjenggot panjang (that’s Dumbledore, hehehe); bukan cerita tentang penyihir Merlin yang jauh lebih tua daripada Raja Arthur. Merlin bercerita tentang petualangan seorang pemuda (yep, pemuda) bernama Merlin dalam melindungi seorang pangeran yang kelaknya akan jadi seorang raja di Camelot, Arthur Pendragon. Hubungan antara Merlin dan Arthur adalah antara pelayan dan tuan.

Merlin dan Sihir

5c2ff9df4cdf15bb803b5f775b758a55

Di episode pertama diceritakan Merlin sedang berjalan menuju Camelot untuk bertemu dan tinggal dengan seorang tabib istana Camelot, Gaius. Ibu Merlin yang tinggal di sebuah desa lain meminta Gaius untuk membimbing Merlin untuk menjadi orang yang baik dan berguna. Tapi Merlin memiliki satu kelebihan yang sangat dilarang dan tabu di Camelot: sihir. Raja Camelot saat itu, Uther Pendragon, sangat tegas pada siapa pun yang melakukan sihir. Dia akan mengeksekusi mati siapa pun itu. Kematian istrinya yang disebabkan oleh ilmu sihir membuatnya benci sebenci – bencinya terhadap sihir. Dari sini kita tahu kalau Merlin akhirnya harus terus menjaga rahasianya, dan Gaius pun juga ikut menjaga Merlin dan rahasianya. Yaah… walau seperti itu, tetap aja ada orang lain yang tahu tentang sihir Merlin.

Pertemuan Merlin dengan Arthur

merthur first time

Merlin di sini digambarkan sebagai seseorang yang berani dan suka sok keren. Yah, sebenarnya dia cuma nggak suka melihat orang lain diperlakukan tidak pantas. Tapi karena sifat sok kerennya itu dia berulangkali harus menjalani hukuman.

Pertemuan Merlin dengan Arthur diawali saat Merlin melihat seorang pemuda diminta Arthur untuk membantunya berlatih melempar anak panah. Melihat pemuda itu mengalami kesulitan, Merlin langsung saja melabrak Arthur dan memberinya peringatan. Tapi karena kekonyolannya itu, dia akhirnya dimasukkan penjara bawah tanah istana. Konyolnya saat itu dia belum tahu kalau yang dihadapinya adalah pangeran Camelot, Arthur Pendragon. Saat dia diperbolehkan keluar penjara, dia harus mau dilempari buah dan sayuran oleh orang – orang dan anak – anak kecil sebagai hukuman. -_-

Namun, di akhir episode pertama, Merlin menyelamatkan orang – orang yang terkena sihir yang berasal dari ibu orang yang baru saja dieksekusi mati Uther. Merlin juga menyelamatkan Arthur dari orang itu. Menyaksikan hal itu, Uther langsung memberikan Merlin pekerjaan sebagai pelayan Arthur.

Merthur Bromance

4d942f8cd1339f4632d8ba2f046493a9

Hubungan antara Merlin dengan Arthur awalnya tidak berjalan harmonis. Arthur awalnya tidak menyukai Merlin. Tapi setelah berjalannya waktu, Merlin hampir selalu tampak bersama Arthur. Arthur pun akhirnya menyadari kesetiaan Merlin, khususnya setelah Merlin mengantikannya minum dari sebuah gelas piala yang telah diberi racun. Setelah Merlin minum dari gelas piala itu, dia jatuh sakit dan sekarat. Arthur, walaupun dilarang Uther, berusaha menemukan tanaman untuk obat bagi Merlin. Dalam pencarian obat itu pun dia nyaris kehilangan nyawanya. Dia bersikeras kalau dia harus menemukan tanaman itu karena Merlin sudah mengorbankan dirinya.

Setelah waktu lama berlalu, hubungan mereka berdua semakin dekat. Hubungan antara mereka berdua lebih seperti sahabat (atau bromance? Hehe) daripada tuan dan pelayan. Ke manapun Arthur pergi, Merlin hampir selalu ikut. Merlin seringkali memanggil Arthur dengan sebutan – sebutan konyol, seperti prat, clotpole, simpleton; dan sebutan dari Merlin seringkali nggak bisa ditemukan di kamus, seperti dollophead. Sedangkan Arthur seringkali mem-bully Merlin, dan dia juga sering memukul kepala Merlin. Kalau menurut saya, di sini hubungan mereka juga tampak seperti hubungan antara kakak beradik yang suka ribut, Arthur adalah kakak sedangkan Merlin adiknya.*poor you, Merlin* (faktanya, bahkan di balik layar aktor pemeran Arthur, Bradley James, juga sering mem-bully aktor pemeran Merlin, Colin Morgan. Lol! Well, Colin memang tiga tahun lebih muda dari Bradley dan wajahnya saat itu masih seperti anak kecil. Hehehe.)

Konflik

9a78c64bcf59828828dd871ffe742714.jpg

Sebagai penyihir baik, tentunya Merlin punya lawan penyihir jahat. Apalagi, dia memiliki tugas untuk terus melindungi Arthur. Berulangkali Merlin menggunakan sihirnya untuk melindungi Arthur, tapi tentu saja Arthur tidak tahu soal itu. Seringkali setelah Merlin melakukan sesuatu untuk (melindungi) Arthur, orang lain lah yang mendapatkan penghargaan dari apa yang sebenarnya telah dilakukan Merlin. Merlin sering sebal tentang hal ini. Tapi dia selalu bilang kalau dia tidak ingin penghargaan, dia hanya ingin melindungi Arthur.

Beberapa tokoh di sini merupakan tokoh yang bersifat dinamis. Di awal mungkin mereka terlihat sebagai tokoh baik – baik, tapi di akhir mereka berubah menjadi tokoh yang berlawanan dengan protagonis.

Apa yang membuat saya suka sekali dengan serial ini pada awalnya adalah cerita yang disampaikan. (Even my mother said this series is good) Memang ini bukan satu – satunya serial tv yang bercerita tentang sihir. Tapi cara penyampaiannya yang unik membuat saya sangat tertarik. Apalagi di sini urusan percintaan bukanlah yang utama. Yang utama tetaplah urusan Merlin dengan Arthur. Hubungan antara Merlin dengan Arthur selalu bikin saya jatuh hati pada mereka berdua: betapa mereka sangat dekat yang kemudian bisa membuat saya ingin punya teman seperti Merlin. Hehe. Ditambah dengan guyonan – guyonan serta kekonyolan yang terjadi di antara mereka berdua, serial ini sangat saya rekomendasikan.

Pertama kali saya menonton serial ini pada sekitar 2009 – 2010 saya belum tahu apa – apa tentang legenda Raja Arthur. Setelah saya tahu soal Le Morte d’ Arthur, saya sadar kalau BBC memang suka utak – atik cerita yang sudah tetap. Tengok aja Sherlock yang modernised dan berganti cerita sebagian, begitu pula Hamlet dengan pemeran David Tennant yang muncul pada 2009. Tapi perubahan yang dimunculkan adalah perubahan yang—menurut saya—tidak mengecewakan. Itulah kenapa saya nggak suka BBC, karena BBC telah membuat saya suka produk keluaran mereka dan punya crush dengan British guys (dan Irish guys. Well, Colin Morgan itu Irish.) he he he.

Walaupun terdapat sejumlah perbedaan, serial ini masih memasukkan hal – hal pokok yang ada di Le Morte d’ Arthur. Dua di antaranya adalah: (1) Kesatria dan Meja Bundar; (2) pencabutan pedang dari sebuah batu oleh Arthur untuk menunjukkan pada orang – orangnya bahwa dia benar – benar seorang raja.

Pertama kali saya nonton serial ini, saya nggak terlalu peduli dengan pemeran utama, si Colin. Tapi mungkin itu sudah jadi tahap – tahap wajib. Mungkin di beberapa kasus, agak sulit untuk langsung menyukai British / Irish guy. Buktinya, setelah selesai satu episode, saya baru suka Colin. Hehehe. *hal yang sama terjadi pada Ben C. Well, wajah mereka juga mirip. Hehe.*

Sekitar tahun 2012 Indosiar kembali menayangkan serial ini. Tentu aja mulai dari episode pertama lagi. Lol. Tapi tetap aja saya girang banget pas tahu kalau serial ini diputer lagi di tipi. Dan saya agak sedih pas saya kesulitan nemu link download serial ini. Semua link pada mati. -_- tapi syukurlah saya nemu link streaming-nya. Hehe.

 

*SPOILER ALERT*

Sering menganalisis karya sastra atau film bikin saya agak kurang menikmati serial ini kadang – kadang. Ada beberapa pemikiran yang muncul di benak saya, di antaranya:

  1. Di serial ini Arthur mencintai seorang pelayan kulit hitam, Guinevere, yang kelak akan menjadi istri Arthur, a.k.a. ratu Camelot.
  2. Jelas – jelas perempuan di sini digambarkan sebagai pihak yang lemah.
  3. Arthur pernah mengangkat empat orang biasa untuk menjadi kesatria. Padahal untuk menjadi kesatria seseorang harus berasal dari keluarga terpandang.
  4. Fakta: Bradley bertubuh sedikit lebih pendek daripada Colin. Tapi karena Bradley memerankan Arthur, jadi dia sering diperlihatkan bertubuh lebih tinggi daripada Colin. Hal ini bikin saya ngakak, betapa klasisnyaaa…
  5. In fact: Arthur nggak lebih kuat daripada Merlin. I mean: memang ya, sekuat – kuatnya pangeran atau raja, dia masih bergantung pada pelayannya. Hmm…

 

Ps.

Apakah akhirnya Arthur tahu soal sihir Merlin? What do you think?

 

***

Please feel free to give comments below and thank you for reading, see you in other articles. 😀

 

Sumber gambar: bbc.co.uk, pinterest.com

2 thoughts on “The Adventures of Merlin (2008 – 2012)

  1. Pingback: The Maze Runner: The Scorch Trials (2015) | Jirayuri

  2. Pingback: Rekomendasi Serial TV Inggris (a.k.a. Blame It on the BBC) | Jirayuri

Terimakasih. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s